Sejarah Nabi Muhammad -shalallahu 'alaihi wa sallam- tentang kehidupan di jaman beliau. Mulai masa sebelum beliau di lahirkan sampai saat-saat beliau wafat. Best seller yang ditulis oleh Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury.
Buku Best Seller ini yang di tulis oleh DR 'Aidh Al-Qarni memang banyak di minati, selain laris buku ini juga mudah dipahami isinya dan dalam penyampaiannya penulis menggunakan kata-kata yang sederhana.
Apakah alkohol, khomr merupakan obat ataukah penyakit? Dr. Obery Louise, kepala bagian penyakit jiwa di Univ. London, juga sebagai nara sumber utama dan terkenal di bidang medis di Inggris mengatakan:
"Alkohol adalah satu-satunya penyakit yang banyak dikonsumsi secara luas di dunia saat ini. Ia ada di tangan setiap orang yang menginginkannya atau meninggalkannya. Oleh karena itu, orang banyak mengkonsumsinya sekehendak keinginannya yang akhirnya menyebabkan munculnya penyakit kegoncangan jiwa atau sering disebut dengan "psycho-pathic anomaly". Satu tegukan alkohol saja terkadang bisa menyebabkan mabuk dan menyebabkan kehilangan kendali syaraf dan akhirnya merusak segala yang ada disekitarnya; juga bisa menyebabkan "fly". Adapun orang yang terus-menerus minum khomr maka ia akan menjadi seorang alkoholik (kecanduan alkohol), ia akan banyak melanggar norma-norma akhlaq dan disertai sifat kegilaan."
Dan para dokter menduga di zaman dahulu, zaman Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan zaman setelah beliau sampai abad-abad terakhir bahwa khomr memiliki manfaat bagi kesehatan, kemudian sejumlah penelitian medis pun menemukan data yang membatalkan anggapan-anggapan itu. Anggapan itu hanyalah dugaan dan perkataan Al-Shadiq Al-Mashduq (Sang jujur dan diakui kejujurannya, Nabi Muhammad -pent) itulah yang benar yang tidak ada keraguan ataupun salah-faham pada kebenaran ucapannya.
Rasulullah pernah berbicara kepada Thariq Al-Ju'afiy ketika meminta disediakan khomr, maka Rasulullah melarangnya. Maka Thariq berkata, bahwa ia meminumnya sekedar untuk obat, maka Rasulullah menjawab, "Khomr bukan obat, akan tetapi penyakit!!" (HR. Muslim dan Tirmidzi). Dari Abu Hurairah, "Rasulullah melarang berobat dengan sesuatu yang jelek." (HR. Abu Daud).
Masih dalam Sunnan Abu Daud, Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya dan menjadikan setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah dan jangan berobat dengan barang haram."